Showing posts with label fungsi alat praktikum. Show all posts
Showing posts with label fungsi alat praktikum. Show all posts

Monday, May 7, 2012

Prinsip Kerja Water Bath

Water Bath
Waterbath adalah suatu alat yang memanfaatkan heater sebagai komponen utamanya dan termostat sebagai komponen utama kontrol sistemnya. Mirip dengan Heating Block, Water Baths juga digunakan untuk keperluan inkubasi dan lain-lain, atau bahkan bisa menggantikan heating block. Bedanya hanya ada media berupa air untuk pemanasan.¨Suatu alat yang berfungsi untuk memanaskan air yang berguna untuk menjaga kestabilan suhu dari cairan yang ada dalam tabung reaksi Alat ini tidak di lengkapi dengan Fuse, sehingga kurang aman.
Prinsip dari waterbath adalah Pada saat saklar digeser pada posisi on, maka arus listrik dari sumber akan memberi suplly listrik pada heater. Heater yang diberi arus listrik akan memberikan panas pada alat, suhu semakin tinggi. Sensor thermostat yang ditempatkan di daerah pemanasan pada waterbath akan ikut menjadi panas dan memuaikan cairan dalam sensor tersebut. Pada derajat suhu tertentu, dimana pemuaian dari cairan sensor cukup tinggi, maka bertambahnya volume cairan sensor ini akan memberikan tekanan pada kontaktor thermostat sehingga kontaktor terbuka. Dengan tebukanya kontaktor thermostat , heater tidak mendapatkan suplly arus. Suhu berangsur-angsur turun, tekanan pada sensor thermostat kembali turun sehingga kontaktor kembali tertutup. Terjadi pemanasan kembali.
Dan Waterbath merupakan alat pemanas  yang menggunakan heater kering. Heater ini dikontrol menggunakan sebuah thermostat.

diakses dari http://www.facebook.com/note.php?note_id=189170777764024

Prinsip Kerja Konduktometer

Konduktometer
Konduktometer adalah alat yang digunakan untuk menentukan daya hantar suatu larutan dan mengukur derajat ionisasi suatu larutan elektrolit dalam air dengan cara menetapkan hambatan suatu kolom cairan selain itu konduktometer memiliki kegunaan yang lain yaitu mengukur daya hantar listrik yang diakibatkan oleh gerakan partikel di dalam sebuah larutan. Menurut literatur faktor-faktor yang mempengaruhi daya hantar adalah perubahan suhu dan konsentrasi. Dimana jika semakin besar suhunya maka daya hantar pun juga akan semakin besar dan apabila semakin kecil suhu yang digunakan maka sangat kecil pula daya hantar yang dihasilkan dan begitu dengan sebaliknya antara konsentrasi dan daya hantar. Oleh sebab itu pengaruh suhu dan konsentrasi dapat mempengaruhi daya hantar.
Prinsip kerja konduktometer adalah  bagian konduktor atau yang di celupkan dalam larutan akan menerima rangsang dari  suatu ion-ion yang menyentuh permukaan konduktor, lalu hasilnya akan diproses dan dilanjutkan pada outputnya yakni berupa angka . Semakin  banyak konsentrasi suatu misel dalam larutan maka semakin besar nilai daya hantarnya karena semakin banyak ion-ion dari larutan yang menyentuh konduktor dan semakin tinggi suhu suatu larutan maka semakin besar nilai daya hantarnya, hal ini karena saat suatu partikel berada pada lingkungan yang suhunya semakin bertambah maka pertikel tersebut secara tidak lansung akan mendapat tambahan energi dari luar dan dari sinilah energi kinetik yang dimiliki suatu partikel semakin tinggi (gerakan molekil semakin cepat). Sehingga semakin sering suatu konduktor menerima sentuhan dari ion-ion larutan.

diakses dari : http://rega42.wordpress.com/2010/12/07/konsentrasi-krisis-misel/

Wednesday, February 22, 2012

Fungsi Alat pada Biokimia dan Bioteknologi

Biologi dan Bioteknologi
Inkubator berfungsi untuk menginkubasi atau menyimpan sampel pada temperatur tertentu, dengan temperatur penyimpanan maksimal 70 derajat celcius
Inkubator Shaker berfungsi untuk mengocok suatu campuran bahan kimia yang memerlukan temperatur dan kecepatan (rpm) konstan, biasanya digunakan untuk maserasi dan inkubasi mikroba
Sentrifuge berfungsi untuk memisahkan suatu larutan berdasarkan berat jenisnya
Autoclave berfungsi untuk sterilisasi peralatan kimia (alat gelas), jas lab dengan temperatur 121 derajat celcius dan tekanan tinggi
Laminar Air Flow Cabinet berfungsi untuk preparasi bahan-bahan mikrobiologi agar tidak terkontaminasi dengan udara luar, alat ini dilengkapi dengan lampu UV yang dapat mematikan bakteri dalam ruangan laminar
Polarimeter berfungsi untuk mengetahui perputaran gugus gula dalam larutan
Elektroforesis Vertikal dan Horizontal berfungsi untuk mendeteksi protein dan asam amino
Stirring Hot Plate berfungsi untuk memanaskan suatu larutan dan mengaduk dengan kecepatan tertentu dalam satuan rpm
Forter Mixer berfungsi untuk menghomogenkan atau mencampurkan larutan dalam jumlah kecil
Titronic Universal berfungsi untuk menitrasi sampel
Oven (heating food) berfungsi untuk memanaskan alat gelas atau bahan, dengan temperatur pemanasan maksimal 300 derajat celcius
Neraca Analitis (electronic analytical balance) berfungsi untuk menimbang bahan, dengan ketelitian pembacaan hingga 4 angka dibelakang koma dan penimbangan maksimal sebesar 200 gram
Spektronik 20 berfungsi untuk mengukur serapan panjang gelombang dari suatu larutan/sampel

Fungsi Alat pada Kimia Anorganik

Lemari Asam (fume food)berfungsi sebagai tempat untuk bekerja dengan bahan kimia berbahaya dan tidak diperuntukkan sebagai tempat penyimpanan kimia
Desikator berfungsi sebagai tempat untuk menguapkan pelarut
Oven (heating food) berfungsi untuk memanaskan alat gelas atau bahan, dengan temperatur pemanasan maksimal 300 derajat celcius
Neraca Analitis (electronic analytical balance) berfungsi untuk menimbang bahan, dengan ketelitian pembacaan hingga 4 angka dibelakang koma dan penimbangan maksimal sebesar 200 gram
Spektronik 20 berfungsi untuk mengukur serapan panjang gelombang dari suatu larutan/sampel
Timbangan Mekanik (mechanical balance), tipe : triple beam berfungsi untuk menimbang bahan yang mempunyai berat diatas 200 gram

Wednesday, January 18, 2012

Prinsip kerja ekstraktor soxhlet

Ekstraktor Soxhlet
Ekstraktor soxhlet adalah salah satu instrumen yang digunakan untuk mengekstrak suatu senyawa. Dan umumnya metode yang digunakan dalam instrumen ini adalah untuk mengekstrak senyawa yang kelarutannya terbatas dalam suatu pelarut namun jika suatu senyawa mempunyai kelarutan yang tinggi dalam suatu pelarut tertentu, maka biasanya metode filtrasi (penyaringan/pemisahan) biasa dapat digunakan untuk memisahkan senyawa tersebut dari suatu sampel. Adapun demikian, prinsip kerja dari ekstraktor soxhlet adalah salah satu model ekstraksi (pemisahan/pengambilan) yang menggunakan pelarut selalu baru dalam mengekstraknya sehingga terjadi ektraksi yang kontinyu dengan adanya jumlah pelarut konstan yang juga dibantu dengan pendingin balik (kondensor).
Untuk cara kerjanya (mekanisme kerja), hal yang pertama yang harus dilakukan yaitu dengan menghaluskan sampel (untuk mempercepat proses ekstraksi, karena luas permukaannya lebih besar, jadi laju reaksi libih cepat berjalan) kemudian sampelnya dibungkus dengan kertas saring (agar sampelnya tidak ikut kedalam labu alas bulat ketika diekstraksi), setelah itu dimasukkan batu didih (untuk meratakan pemanasan agar tidak terjadi peledakan) ke dalam labu alas bulat. Kemudian kertas saring dan sampel dimasukkan kedalam timbal, dan timbalnya dimasukkan kedalam lubang ekstraktor. Setelah itu pelarut dituangkan kedalam timbal dan disana akan langsung menuju ke labu alas bulat. Kemudian dilakukan pemanasan pada pelarut dengan acuan pada titik didihnya (agar pelarut bisa menguap), uapnya akan menguap melalui pipa F dan akan menabrak dinding-dinding kondensor hingga akan terjadi proses kondensasi (pengembunan), dengan kata lain terjadi perubahan fasa dari fasa gas ke fasa cair. Kemudian pelarut akan bercampur dengan sampel dan mengekstrak (memisahkan/mengambil)senyawa yang kita inginkan dari suatu sampel. Setelah itu maka pelarutnya akan memenuhi sifon, dan ketika pada sifon penuh kemudian akan dislurkan kembali kepada labu alas bulat. Proses ini dinamakan 1 siklus, semakin banyak jumlah siklus maka bisa di asumsikan bahwa senyawa yang larut dalam pelarut juga akan semakin maksimal.
1.    Titik didih pelarut harus lebih rendah dari pada senyawa yang kita ambil dari sampelnya karena akan berpengaruh pada struktur senyawanya (ditakutkan strukturnya akan rusak oleh pemanasan).
2.    Pelarut harus inert (tidak mudah bereaksi dengan senyawa yang kita ekstrak)
3.    Posisi sifon harus lebih tinggi dari pada sampelnya (karena ditakutkan, nanti pada sampel yang berada diposisi atas tidak terendam oleh pelarut)
                                              


                                                     gambar dari ekstraktor soxhlet
Nama-nama instrumen dan fungsinya :
1.    Kondensor : berfungsi sebagai pendingin, dan juga untuk mempercepat proses pengembunan.
2.    Timbal : berfungsi sebagai wadah untuk sampel yang ingin diambil zatnya.
3.    Pipa F : berfungsi sebagai jalannya uap, bagi pelarut yang menguap dari proses penguapan.
4.    Sifon : berfungsi sebagai perhitungan siklus, bila pada sifon larutannya penuh kemudian jatuh ke labu alas bulat maka hal ini dinamakan 1 siklus
5.    Labu alas bulat : berfungsi sebagai wadah bagi sampel dan pelarutnya
6.    Hot plate : berfungsi sebagai pemanas larutan

Sunday, January 15, 2012

Prinsip kerja Rotary vakum evaporator


Rotary Vakum Evaporator
Dalam keseharian seorang yang mempunyai hubungan erat dengan sains, kita pastinya sudah harus bisa mengetahui beberapa nama instrumen beserta fungsi, cara kerja dan prinsip kerja. Karena suatu saat suatu instrumen akan berguna bagi kita pada waktu dimana kita sangat memerlukannya. Untuk itu kita harus tahu beberapa pengertian, fungsi, cara kerja serta prinsip kerja dari suatu instrumen tersebut. Salah satu instrumen yang ingin sedikit saya jelaskan disini adalah rotary vakum evaporator.
Rotary vakum evaporator merupakan suatu instrumen yang tergabung antara beberapa instrumen, yang menggabung menjadi satu bagian, dan bagian ini dinamakan rotary vakum evaporator. Rotary vakum evaporator adalah instrumen yang menggunakan prinsip destilasi (pemisahan). Prinsip utama dalam instrumen ini terletak pada penurunan tekanan pada labu alas bulat dan pemutaran labu alas bulat hingga berguna agar pelarut dapat menguap lebih cepat dibawah titik didihnya. Instrumen ini lebih disukai, karena hasil yang diperoleh sangatlah akurat. Bila dibandingkan dengan teknik pemisahan lainnya, misalnya menggunakan teknik pemisahan biasa yang menggunakan metode penguapan menggunakan oven. Maka bisa dikatakan bahwa instrumen ini akan jauh lebih unggul. Karena pada instrumen ini memiliki suatu teknik yang berbeda dengan teknik pemisahan yang lainnya. Dan teknik yang digunakan dalam rotary vakum evaporator ini bukan hanya terletak pada pemanasannya tapi dengan menurunkan tekanan pada labu alas bulat dan memutar labu alas bulat dengan kecepatan tertentu. Karena teknik itulah, sehingga suatu pelarut akan menguap dan senyawa yang larut dalam pelarut tersebut tidak ikut menguap namun mengendap. Dan dengan pemanasan dibawah titik didih pelarut, sehingga senyawa yang terkandung dalam pelarut tidak rusak oleh suhu tinggi.



 Pada gambar diatas, akan saya jelaskan beberapa nama beserta fungsinya :
1.    Hot plate : berfungsi untuk mengatur suhu pada waterbath dengan temperatur yang diinginkan (tergantung titik didih dari pelarut)
2.    Waterbath : sebagai wadah air yang dipanaskan oleh hot plate untuk labu alas yang berisi “sampel”
3.    Ujung rotor “sampel” : berfungsi sebagai tempat labu alas bulat sampel bergantung.
4.    Lubang kondensor : berfungsi pintu masuk bagi air kedalam kondensor yang airnya disedot oleh pompa vakum.
5.    Kondensor : serfungsi sebagai pendingin yang mempercepat proses perubahan fasa, dari fasa gas ke fasa cair.
6.    Lubang kondensor : berfungsi pintu keluar bagi air dari dalam kondensor.
7.    Labu alas bulat penampung : berfungsi sebagai wadah bagi penampung pelarut.
8.    Ujung rotor “penampung” : berfungsi sebagai tempat labu alas bulat penampung bergantung.
Perlu diperhatikan, bahwa penguapan dapat terjadi karena adanya pemanasan menggunakan hot plate yang dibantu dengan penurunan tekanan pada labu alas bulat “sampel” yang dipercepat dengan pemutaran pada labu alas bulat “sampel”. Dengan bantuan pompa vakum yang mengalirkan air dingin (es) dari suatu wadah kedalam kondensor dan dikeluarkan lagi oleh kondensor kepada wadahnya lagi dan dimasukkan lagi dan seterusnya, karena proses ini berjalan secara kontinyu. sehingga ketika uap dari pelarut mengenai dinding-dinding kondensor, maka pelarut ini akan mengalami yang proses yg dinamakan proses kondensasi, yaitu proses yang mengalami perubahan fasa dari fasa gas ke fasa cair. Adapun demikian, proses penguapan ini dilakukan hingga diperoleh pelarut yang sudah tidak menetes lagi pada labu alas bulat penampung dan juga bisa dilihat dengan semakin kentalnya zat yang ada pada labu alas bulat sampel dan terbentuk gelembung-gelembung pecah pada permukaan zatnya.

Saturday, January 14, 2012

Prinsip Kerja Penyaring Vakum Evaporator

Penyaring Buchner
Dalam dunia mahasiswa, khusunya mahasiswa sains. Kita pasti sudah tidak asing lagi dengan instrumen yang bernama penyaring vacum evaporator. Instrumen ini terdiri dari beberapa gabungan, yaitu antara corong buchner dan pompa vacum. Corong buchner itu sendiri adalah instrumen yang memiliki bentuk seperti corong-corong pada umumnya. namun disamping itu, corong buchner memiliki perbedaan yang sedikit unik pada bagian-bagiannya. pada corng buchner, alasnya bersimetris datar dan memiliki pori-pori yang cukup banyak. Bila kita berbicara fungsi dari corong buchner, maka bisa diasumsikan seperti halnya pada corong-corong yang lainya, yaitu berfungsi untuk menyaring larutan dari pengotornya atau yang lainya. Kemudian untuk pompa vacum itu sendiri adalah instrumen yang menyerupai bentuk mesin pompa air pada umumnya, namun sedikit berbeda bila dilihat dari fungsinnya. Dan fungsi dari pada pompa vacum adalah instrumen yang berfungsi untuk menyedot angin/udara pada suatu alat tertentu, dengan beberapa bantuan instrumen yang lainnya.
Dari sini kita sudah mengetahui tentang bebrapa bagian pada instrumen penyaring vacum evaporator. Adapun fungsi dari penyaring vacum evaporator adalah untuk menyaring suatu larutan pada senyawa tertentu hingga didapatkan hasil yang maksimal, cepat dan akurat. Dan prinsip kerja yang digunakan dalam penyaringan ini yaitu dengan meminimalisir suatu tekanan didalam sistem, sehingga tekanan diluar sistem (lingkungan) menjadi lebih besar. Dan hal ini kemudian akan mempercepat proses penyaringan ketika kita menggunakan instrumen penyaring vacum evaporator untuk menyaring larutan pada suatu senyawa tertentu. Dan cara atau tahap yang digunakan dalam penyaringan ini adalah sebagai berikut : 1. Kita sediakan kertas saring kemudian dibuat bentuk hingga menyerupai alas dari corong bucner dan ditaruh diatas permukannya 2. Kita tempelkan antara corong buchner dengan erlemenyer 3.kita sambungkan antara pompa vacum dan erlemenyer dengan menggunakan alat penghubung  (pipa).

Sunday, December 18, 2011

Prinsip Kerja Melting Point Apparatus

Melting Point
Sebelum kita berbicara tentang prinsip kerja dari melting point, akan saya jelaskan sedikit tentang diskripsi dari melting point.

• Melting Point Apparatus adalah suatu alat yang di gunakan untuk mengukur titik lebur/titik leleh dari suatu senyawa, biasanya dalam dunia kimia, suatu senyawa itu pasti memiliki titik lebur maupun titik leleh yang sudah di tetapkan oleh ilmuwan yang telah menelitinya ataupun oleh para ahli pakar kimiawan. namun dari pada itu, dalam dunia mahsiswa biasanya di hadapkan dengan adanya praktikum. sehingga dari itu kita perlu mengetahui  bagaimana mekanisme menggunakan alat yang bernama Melting Point Apparatus.....???? Dan kita bisa mengetahui  cara yang di lakukan untuk mengetahui titik lebur maupun titik leleh dari suatu senyawa menggunakan melting point apparatus.

• Sebelum kita berbicara tentang prinsip kerja dari melting point, akan saya jelaskan sedikit tentang langkah yang dilakukan untuk mengetahui titik lebur/titik leleh dari suatu senyawa. dalam dunia praktikum, alat ini biasanya di pakai untuk menentukan titik lebur/titik leleh dari suatu senyawa yang sebelumnya dilakukan rekristalisasi. pada alat tersebut, terdapat 3 lubang kecil pada sisi kanannya dan 1 lubang yang cukup besar pada sisi kanannya juga, namun letaknya di bawah 3 lubang kecil tersebut. pada 3 lubang kecil tersebut, salah satunya diisi dengan pipa kapiler yang berisi dengan senyawa yang ingin diketahui titik lebur/titik lelehnya. kemudian pada lubang yang cukup besar dimasukkkan alat pengukur suhu (termometer). dan pada sisi atas dari melting terdapat kaca pembesar yang berfokus pada pipa kapiler yang berisi senyawa yang ingin diketahui titik lebur/titik lelehnya. dan juga terdapat pemutar suhu pada sisi atas, pemutar suhu ini berkapasitas dari 0 derajat celcius/menit sampai 20 dejat celcius/menit.

• Prinsip dari pada melting Point Apparatus adalah pertama, menyalakan melting point apparatus dengan memutar pemutar suhu hingga 20 derajat celcius/menit. kedua, ketika suhu pada termometer mencapai 60% dari titik lebur/titik leleh pada suatu senyawa murni yang sudah ditetapkan oleh ilmuwan, maka pemutar suhunya harus diturunkan hingga mencapai 10 derajat celcius/menit. ketiga, jika pada termomoter suhunya sudah mencapai suhu titik lebur/titik leleh pada suatu senyawa murni yang sudah ditetapkan oleh ilmuwan ( misal : titik lebur/titik leleh asam benzoat murni adalah 122.4 derajat celcius  "kemudian dikurangi 15 derajat celcius" berarti pada suhu 107.4 derajat celcius pada senyawa asam benzoat ). maka pada pemutar suhu harus diputar kekiri hingga 1 derajat celcius/menit.

Nb : oh ea, ketika senyawa yang di ukur titik leburnya melebur dengan cukup lama maka bisa dikatakan bahwa senyawa tersebut mempunyai tingkat kemurnian yang cukup rendah. namun bila melebur dengan cepat maka bisa dikatakan bahwa senyawa tersebut mempunyai tingkat kemurnian yang tinggi


    Showing posts with label fungsi alat praktikum. Show all posts
    Showing posts with label fungsi alat praktikum. Show all posts

    Monday, May 7, 2012

    Prinsip Kerja Water Bath

    Water Bath
    Waterbath adalah suatu alat yang memanfaatkan heater sebagai komponen utamanya dan termostat sebagai komponen utama kontrol sistemnya. Mirip dengan Heating Block, Water Baths juga digunakan untuk keperluan inkubasi dan lain-lain, atau bahkan bisa menggantikan heating block. Bedanya hanya ada media berupa air untuk pemanasan.¨Suatu alat yang berfungsi untuk memanaskan air yang berguna untuk menjaga kestabilan suhu dari cairan yang ada dalam tabung reaksi Alat ini tidak di lengkapi dengan Fuse, sehingga kurang aman.
    Prinsip dari waterbath adalah Pada saat saklar digeser pada posisi on, maka arus listrik dari sumber akan memberi suplly listrik pada heater. Heater yang diberi arus listrik akan memberikan panas pada alat, suhu semakin tinggi. Sensor thermostat yang ditempatkan di daerah pemanasan pada waterbath akan ikut menjadi panas dan memuaikan cairan dalam sensor tersebut. Pada derajat suhu tertentu, dimana pemuaian dari cairan sensor cukup tinggi, maka bertambahnya volume cairan sensor ini akan memberikan tekanan pada kontaktor thermostat sehingga kontaktor terbuka. Dengan tebukanya kontaktor thermostat , heater tidak mendapatkan suplly arus. Suhu berangsur-angsur turun, tekanan pada sensor thermostat kembali turun sehingga kontaktor kembali tertutup. Terjadi pemanasan kembali.
    Dan Waterbath merupakan alat pemanas  yang menggunakan heater kering. Heater ini dikontrol menggunakan sebuah thermostat.

    diakses dari http://www.facebook.com/note.php?note_id=189170777764024

    Prinsip Kerja Konduktometer

    Konduktometer
    Konduktometer adalah alat yang digunakan untuk menentukan daya hantar suatu larutan dan mengukur derajat ionisasi suatu larutan elektrolit dalam air dengan cara menetapkan hambatan suatu kolom cairan selain itu konduktometer memiliki kegunaan yang lain yaitu mengukur daya hantar listrik yang diakibatkan oleh gerakan partikel di dalam sebuah larutan. Menurut literatur faktor-faktor yang mempengaruhi daya hantar adalah perubahan suhu dan konsentrasi. Dimana jika semakin besar suhunya maka daya hantar pun juga akan semakin besar dan apabila semakin kecil suhu yang digunakan maka sangat kecil pula daya hantar yang dihasilkan dan begitu dengan sebaliknya antara konsentrasi dan daya hantar. Oleh sebab itu pengaruh suhu dan konsentrasi dapat mempengaruhi daya hantar.
    Prinsip kerja konduktometer adalah  bagian konduktor atau yang di celupkan dalam larutan akan menerima rangsang dari  suatu ion-ion yang menyentuh permukaan konduktor, lalu hasilnya akan diproses dan dilanjutkan pada outputnya yakni berupa angka . Semakin  banyak konsentrasi suatu misel dalam larutan maka semakin besar nilai daya hantarnya karena semakin banyak ion-ion dari larutan yang menyentuh konduktor dan semakin tinggi suhu suatu larutan maka semakin besar nilai daya hantarnya, hal ini karena saat suatu partikel berada pada lingkungan yang suhunya semakin bertambah maka pertikel tersebut secara tidak lansung akan mendapat tambahan energi dari luar dan dari sinilah energi kinetik yang dimiliki suatu partikel semakin tinggi (gerakan molekil semakin cepat). Sehingga semakin sering suatu konduktor menerima sentuhan dari ion-ion larutan.

    diakses dari : http://rega42.wordpress.com/2010/12/07/konsentrasi-krisis-misel/

    Wednesday, February 22, 2012

    Fungsi Alat pada Biokimia dan Bioteknologi

    Biologi dan Bioteknologi
    Inkubator berfungsi untuk menginkubasi atau menyimpan sampel pada temperatur tertentu, dengan temperatur penyimpanan maksimal 70 derajat celcius
    Inkubator Shaker berfungsi untuk mengocok suatu campuran bahan kimia yang memerlukan temperatur dan kecepatan (rpm) konstan, biasanya digunakan untuk maserasi dan inkubasi mikroba
    Sentrifuge berfungsi untuk memisahkan suatu larutan berdasarkan berat jenisnya
    Autoclave berfungsi untuk sterilisasi peralatan kimia (alat gelas), jas lab dengan temperatur 121 derajat celcius dan tekanan tinggi
    Laminar Air Flow Cabinet berfungsi untuk preparasi bahan-bahan mikrobiologi agar tidak terkontaminasi dengan udara luar, alat ini dilengkapi dengan lampu UV yang dapat mematikan bakteri dalam ruangan laminar
    Polarimeter berfungsi untuk mengetahui perputaran gugus gula dalam larutan
    Elektroforesis Vertikal dan Horizontal berfungsi untuk mendeteksi protein dan asam amino
    Stirring Hot Plate berfungsi untuk memanaskan suatu larutan dan mengaduk dengan kecepatan tertentu dalam satuan rpm
    Forter Mixer berfungsi untuk menghomogenkan atau mencampurkan larutan dalam jumlah kecil
    Titronic Universal berfungsi untuk menitrasi sampel
    Oven (heating food) berfungsi untuk memanaskan alat gelas atau bahan, dengan temperatur pemanasan maksimal 300 derajat celcius
    Neraca Analitis (electronic analytical balance) berfungsi untuk menimbang bahan, dengan ketelitian pembacaan hingga 4 angka dibelakang koma dan penimbangan maksimal sebesar 200 gram
    Spektronik 20 berfungsi untuk mengukur serapan panjang gelombang dari suatu larutan/sampel

    Fungsi Alat pada Kimia Anorganik

    Lemari Asam (fume food)berfungsi sebagai tempat untuk bekerja dengan bahan kimia berbahaya dan tidak diperuntukkan sebagai tempat penyimpanan kimia
    Desikator berfungsi sebagai tempat untuk menguapkan pelarut
    Oven (heating food) berfungsi untuk memanaskan alat gelas atau bahan, dengan temperatur pemanasan maksimal 300 derajat celcius
    Neraca Analitis (electronic analytical balance) berfungsi untuk menimbang bahan, dengan ketelitian pembacaan hingga 4 angka dibelakang koma dan penimbangan maksimal sebesar 200 gram
    Spektronik 20 berfungsi untuk mengukur serapan panjang gelombang dari suatu larutan/sampel
    Timbangan Mekanik (mechanical balance), tipe : triple beam berfungsi untuk menimbang bahan yang mempunyai berat diatas 200 gram

    Wednesday, January 18, 2012

    Prinsip kerja ekstraktor soxhlet

    Ekstraktor Soxhlet
    Ekstraktor soxhlet adalah salah satu instrumen yang digunakan untuk mengekstrak suatu senyawa. Dan umumnya metode yang digunakan dalam instrumen ini adalah untuk mengekstrak senyawa yang kelarutannya terbatas dalam suatu pelarut namun jika suatu senyawa mempunyai kelarutan yang tinggi dalam suatu pelarut tertentu, maka biasanya metode filtrasi (penyaringan/pemisahan) biasa dapat digunakan untuk memisahkan senyawa tersebut dari suatu sampel. Adapun demikian, prinsip kerja dari ekstraktor soxhlet adalah salah satu model ekstraksi (pemisahan/pengambilan) yang menggunakan pelarut selalu baru dalam mengekstraknya sehingga terjadi ektraksi yang kontinyu dengan adanya jumlah pelarut konstan yang juga dibantu dengan pendingin balik (kondensor).
    Untuk cara kerjanya (mekanisme kerja), hal yang pertama yang harus dilakukan yaitu dengan menghaluskan sampel (untuk mempercepat proses ekstraksi, karena luas permukaannya lebih besar, jadi laju reaksi libih cepat berjalan) kemudian sampelnya dibungkus dengan kertas saring (agar sampelnya tidak ikut kedalam labu alas bulat ketika diekstraksi), setelah itu dimasukkan batu didih (untuk meratakan pemanasan agar tidak terjadi peledakan) ke dalam labu alas bulat. Kemudian kertas saring dan sampel dimasukkan kedalam timbal, dan timbalnya dimasukkan kedalam lubang ekstraktor. Setelah itu pelarut dituangkan kedalam timbal dan disana akan langsung menuju ke labu alas bulat. Kemudian dilakukan pemanasan pada pelarut dengan acuan pada titik didihnya (agar pelarut bisa menguap), uapnya akan menguap melalui pipa F dan akan menabrak dinding-dinding kondensor hingga akan terjadi proses kondensasi (pengembunan), dengan kata lain terjadi perubahan fasa dari fasa gas ke fasa cair. Kemudian pelarut akan bercampur dengan sampel dan mengekstrak (memisahkan/mengambil)senyawa yang kita inginkan dari suatu sampel. Setelah itu maka pelarutnya akan memenuhi sifon, dan ketika pada sifon penuh kemudian akan dislurkan kembali kepada labu alas bulat. Proses ini dinamakan 1 siklus, semakin banyak jumlah siklus maka bisa di asumsikan bahwa senyawa yang larut dalam pelarut juga akan semakin maksimal.
    1.    Titik didih pelarut harus lebih rendah dari pada senyawa yang kita ambil dari sampelnya karena akan berpengaruh pada struktur senyawanya (ditakutkan strukturnya akan rusak oleh pemanasan).
    2.    Pelarut harus inert (tidak mudah bereaksi dengan senyawa yang kita ekstrak)
    3.    Posisi sifon harus lebih tinggi dari pada sampelnya (karena ditakutkan, nanti pada sampel yang berada diposisi atas tidak terendam oleh pelarut)
                                                  


                                                         gambar dari ekstraktor soxhlet
    Nama-nama instrumen dan fungsinya :
    1.    Kondensor : berfungsi sebagai pendingin, dan juga untuk mempercepat proses pengembunan.
    2.    Timbal : berfungsi sebagai wadah untuk sampel yang ingin diambil zatnya.
    3.    Pipa F : berfungsi sebagai jalannya uap, bagi pelarut yang menguap dari proses penguapan.
    4.    Sifon : berfungsi sebagai perhitungan siklus, bila pada sifon larutannya penuh kemudian jatuh ke labu alas bulat maka hal ini dinamakan 1 siklus
    5.    Labu alas bulat : berfungsi sebagai wadah bagi sampel dan pelarutnya
    6.    Hot plate : berfungsi sebagai pemanas larutan

    Sunday, January 15, 2012

    Prinsip kerja Rotary vakum evaporator


    Rotary Vakum Evaporator
    Dalam keseharian seorang yang mempunyai hubungan erat dengan sains, kita pastinya sudah harus bisa mengetahui beberapa nama instrumen beserta fungsi, cara kerja dan prinsip kerja. Karena suatu saat suatu instrumen akan berguna bagi kita pada waktu dimana kita sangat memerlukannya. Untuk itu kita harus tahu beberapa pengertian, fungsi, cara kerja serta prinsip kerja dari suatu instrumen tersebut. Salah satu instrumen yang ingin sedikit saya jelaskan disini adalah rotary vakum evaporator.
    Rotary vakum evaporator merupakan suatu instrumen yang tergabung antara beberapa instrumen, yang menggabung menjadi satu bagian, dan bagian ini dinamakan rotary vakum evaporator. Rotary vakum evaporator adalah instrumen yang menggunakan prinsip destilasi (pemisahan). Prinsip utama dalam instrumen ini terletak pada penurunan tekanan pada labu alas bulat dan pemutaran labu alas bulat hingga berguna agar pelarut dapat menguap lebih cepat dibawah titik didihnya. Instrumen ini lebih disukai, karena hasil yang diperoleh sangatlah akurat. Bila dibandingkan dengan teknik pemisahan lainnya, misalnya menggunakan teknik pemisahan biasa yang menggunakan metode penguapan menggunakan oven. Maka bisa dikatakan bahwa instrumen ini akan jauh lebih unggul. Karena pada instrumen ini memiliki suatu teknik yang berbeda dengan teknik pemisahan yang lainnya. Dan teknik yang digunakan dalam rotary vakum evaporator ini bukan hanya terletak pada pemanasannya tapi dengan menurunkan tekanan pada labu alas bulat dan memutar labu alas bulat dengan kecepatan tertentu. Karena teknik itulah, sehingga suatu pelarut akan menguap dan senyawa yang larut dalam pelarut tersebut tidak ikut menguap namun mengendap. Dan dengan pemanasan dibawah titik didih pelarut, sehingga senyawa yang terkandung dalam pelarut tidak rusak oleh suhu tinggi.



     Pada gambar diatas, akan saya jelaskan beberapa nama beserta fungsinya :
    1.    Hot plate : berfungsi untuk mengatur suhu pada waterbath dengan temperatur yang diinginkan (tergantung titik didih dari pelarut)
    2.    Waterbath : sebagai wadah air yang dipanaskan oleh hot plate untuk labu alas yang berisi “sampel”
    3.    Ujung rotor “sampel” : berfungsi sebagai tempat labu alas bulat sampel bergantung.
    4.    Lubang kondensor : berfungsi pintu masuk bagi air kedalam kondensor yang airnya disedot oleh pompa vakum.
    5.    Kondensor : serfungsi sebagai pendingin yang mempercepat proses perubahan fasa, dari fasa gas ke fasa cair.
    6.    Lubang kondensor : berfungsi pintu keluar bagi air dari dalam kondensor.
    7.    Labu alas bulat penampung : berfungsi sebagai wadah bagi penampung pelarut.
    8.    Ujung rotor “penampung” : berfungsi sebagai tempat labu alas bulat penampung bergantung.
    Perlu diperhatikan, bahwa penguapan dapat terjadi karena adanya pemanasan menggunakan hot plate yang dibantu dengan penurunan tekanan pada labu alas bulat “sampel” yang dipercepat dengan pemutaran pada labu alas bulat “sampel”. Dengan bantuan pompa vakum yang mengalirkan air dingin (es) dari suatu wadah kedalam kondensor dan dikeluarkan lagi oleh kondensor kepada wadahnya lagi dan dimasukkan lagi dan seterusnya, karena proses ini berjalan secara kontinyu. sehingga ketika uap dari pelarut mengenai dinding-dinding kondensor, maka pelarut ini akan mengalami yang proses yg dinamakan proses kondensasi, yaitu proses yang mengalami perubahan fasa dari fasa gas ke fasa cair. Adapun demikian, proses penguapan ini dilakukan hingga diperoleh pelarut yang sudah tidak menetes lagi pada labu alas bulat penampung dan juga bisa dilihat dengan semakin kentalnya zat yang ada pada labu alas bulat sampel dan terbentuk gelembung-gelembung pecah pada permukaan zatnya.

    Saturday, January 14, 2012

    Prinsip Kerja Penyaring Vakum Evaporator

    Penyaring Buchner
    Dalam dunia mahasiswa, khusunya mahasiswa sains. Kita pasti sudah tidak asing lagi dengan instrumen yang bernama penyaring vacum evaporator. Instrumen ini terdiri dari beberapa gabungan, yaitu antara corong buchner dan pompa vacum. Corong buchner itu sendiri adalah instrumen yang memiliki bentuk seperti corong-corong pada umumnya. namun disamping itu, corong buchner memiliki perbedaan yang sedikit unik pada bagian-bagiannya. pada corng buchner, alasnya bersimetris datar dan memiliki pori-pori yang cukup banyak. Bila kita berbicara fungsi dari corong buchner, maka bisa diasumsikan seperti halnya pada corong-corong yang lainya, yaitu berfungsi untuk menyaring larutan dari pengotornya atau yang lainya. Kemudian untuk pompa vacum itu sendiri adalah instrumen yang menyerupai bentuk mesin pompa air pada umumnya, namun sedikit berbeda bila dilihat dari fungsinnya. Dan fungsi dari pada pompa vacum adalah instrumen yang berfungsi untuk menyedot angin/udara pada suatu alat tertentu, dengan beberapa bantuan instrumen yang lainnya.
    Dari sini kita sudah mengetahui tentang bebrapa bagian pada instrumen penyaring vacum evaporator. Adapun fungsi dari penyaring vacum evaporator adalah untuk menyaring suatu larutan pada senyawa tertentu hingga didapatkan hasil yang maksimal, cepat dan akurat. Dan prinsip kerja yang digunakan dalam penyaringan ini yaitu dengan meminimalisir suatu tekanan didalam sistem, sehingga tekanan diluar sistem (lingkungan) menjadi lebih besar. Dan hal ini kemudian akan mempercepat proses penyaringan ketika kita menggunakan instrumen penyaring vacum evaporator untuk menyaring larutan pada suatu senyawa tertentu. Dan cara atau tahap yang digunakan dalam penyaringan ini adalah sebagai berikut : 1. Kita sediakan kertas saring kemudian dibuat bentuk hingga menyerupai alas dari corong bucner dan ditaruh diatas permukannya 2. Kita tempelkan antara corong buchner dengan erlemenyer 3.kita sambungkan antara pompa vacum dan erlemenyer dengan menggunakan alat penghubung  (pipa).

    Sunday, December 18, 2011

    Prinsip Kerja Melting Point Apparatus

    Melting Point
    Sebelum kita berbicara tentang prinsip kerja dari melting point, akan saya jelaskan sedikit tentang diskripsi dari melting point.

    • Melting Point Apparatus adalah suatu alat yang di gunakan untuk mengukur titik lebur/titik leleh dari suatu senyawa, biasanya dalam dunia kimia, suatu senyawa itu pasti memiliki titik lebur maupun titik leleh yang sudah di tetapkan oleh ilmuwan yang telah menelitinya ataupun oleh para ahli pakar kimiawan. namun dari pada itu, dalam dunia mahsiswa biasanya di hadapkan dengan adanya praktikum. sehingga dari itu kita perlu mengetahui  bagaimana mekanisme menggunakan alat yang bernama Melting Point Apparatus.....???? Dan kita bisa mengetahui  cara yang di lakukan untuk mengetahui titik lebur maupun titik leleh dari suatu senyawa menggunakan melting point apparatus.

    • Sebelum kita berbicara tentang prinsip kerja dari melting point, akan saya jelaskan sedikit tentang langkah yang dilakukan untuk mengetahui titik lebur/titik leleh dari suatu senyawa. dalam dunia praktikum, alat ini biasanya di pakai untuk menentukan titik lebur/titik leleh dari suatu senyawa yang sebelumnya dilakukan rekristalisasi. pada alat tersebut, terdapat 3 lubang kecil pada sisi kanannya dan 1 lubang yang cukup besar pada sisi kanannya juga, namun letaknya di bawah 3 lubang kecil tersebut. pada 3 lubang kecil tersebut, salah satunya diisi dengan pipa kapiler yang berisi dengan senyawa yang ingin diketahui titik lebur/titik lelehnya. kemudian pada lubang yang cukup besar dimasukkkan alat pengukur suhu (termometer). dan pada sisi atas dari melting terdapat kaca pembesar yang berfokus pada pipa kapiler yang berisi senyawa yang ingin diketahui titik lebur/titik lelehnya. dan juga terdapat pemutar suhu pada sisi atas, pemutar suhu ini berkapasitas dari 0 derajat celcius/menit sampai 20 dejat celcius/menit.

    • Prinsip dari pada melting Point Apparatus adalah pertama, menyalakan melting point apparatus dengan memutar pemutar suhu hingga 20 derajat celcius/menit. kedua, ketika suhu pada termometer mencapai 60% dari titik lebur/titik leleh pada suatu senyawa murni yang sudah ditetapkan oleh ilmuwan, maka pemutar suhunya harus diturunkan hingga mencapai 10 derajat celcius/menit. ketiga, jika pada termomoter suhunya sudah mencapai suhu titik lebur/titik leleh pada suatu senyawa murni yang sudah ditetapkan oleh ilmuwan ( misal : titik lebur/titik leleh asam benzoat murni adalah 122.4 derajat celcius  "kemudian dikurangi 15 derajat celcius" berarti pada suhu 107.4 derajat celcius pada senyawa asam benzoat ). maka pada pemutar suhu harus diputar kekiri hingga 1 derajat celcius/menit.

    Nb : oh ea, ketika senyawa yang di ukur titik leburnya melebur dengan cukup lama maka bisa dikatakan bahwa senyawa tersebut mempunyai tingkat kemurnian yang cukup rendah. namun bila melebur dengan cepat maka bisa dikatakan bahwa senyawa tersebut mempunyai tingkat kemurnian yang tinggi


       

      Pesantren Modern al-Amanah

      My Visitors

      free counters

      Translate

      Popular Posts

      Categories

      Followers

      MyFreeCopyright.com Registered & Protectedfor copyright
       

      Templates by Profile Link Services | website template | article spinner by Blogger Templates